Tuesday, August 7, 2012

SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

A.    Sistematika Laporan Penelitian
  1. Laporan penelitian kuantitatif maupun kualitatif terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian awal, bagian pokok (inti) dan bagian akhir.
  2. Bagian awal berisi: Halaman Judul, Abstrak Penelitian, Persetujuan Pembimbing, Pengesahan, Motto, Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lampiran.
  3. Bagian inti berisi: Pendahuluan, Landasan Teori, Kerangka Berpikir, Pengajuan Hipotesis. Metodologi, Penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan, serta Kesimpulan, Saran-saran dan Penutup.
  4. Bagian akhir berisi: Daftar Pustaka, Lampiran-lampiran.
  5. Sistematika laporan penelitian kuantitatif secara garis besar meliputi:

HALAMAN JUDUL
ABSTRAK
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
DEKLARASI/PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PEDOMAN TRANSLITERASI
DAFTAR SINGKATAN
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR/BAGAN

BAB I       : PENDAHULUAN, berisi:
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Identifikasi Masalah
C.     Pembatasan Masalah
D.    Rumusan Masalah
E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian
BAB II             :   LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS berisi:
A.    Deskripsi Teori
B.     Kajian Penelitian Yang Relevan
C.     Pengajuan Hipotesis
BAB III       : METODE PENELITIAN, berisi:
A.    Waktu dan Tempat Penelitian
B.     Variabel Penelitian
C.     Metode Penelitian
D.    Populasi. Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
E.     Teknik Pengumpulan Data
F.      Teknik Analisis Data
BAB IV           :  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.          Deskripsi Data Hasil Penelitian
B.     Pengujian Hipotesis
C.     Pembahasan Hasil Penelitian
D.    Keterbatasan Penelitian
BAB V         : KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran-saran
C.     Penutup
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BIODATA PENELITI

  1. Sistematika Penelitian Kualitatif secara garis besar meliputi:

HALAMAN JUDUL
ABSTRAK
PERSETUJUAN PEMBIMBING
DEKLARASI
PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PEDOMAN TRANSLITERASI
DAFTAR SINGKATAN

BAB I               :  PENDAHULUAN berisi:
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Penegasan Istilah
C.     Perumusan Masalah
D.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
E.     Telaah Pustaka
F.      Metodologi Penelitian
1.      Jenis Penelitian
2.      Pendekatan Penelitian
3.      Metode Pengumpulan Data
4.      Metode Analisis Data
BAB II         :  LANDASAN TEORI berisi:
Landasan teori sangat berkaitan dengan tema penelitian, dan sifanya hanya untuk mendukung analisis.
BAB III    : KAJIAN OBJEK PENELITIAN, berisi:
Pemaparan Data Penelitian
BAB IV       : ANALISIS HASIL PENELITIAN
BAB V         : KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP
                                                                      A.      Kesimpulan
                                                                       B.      Saran-saran
                                                                       C.      Penutup
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BIODATA PENULIS


B.     Penjelasan Bagian-Bagian Skripsi
Guna menghindarkan bias dan salah paham sehubungan dengan sistematika dan subtansi laporan penelitian atau skripsi, maka kerangka dan sistematika penelitian model penelitian kuantitatif dan kualitatif tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Halaman Judul
Halaman judul sama dengan halaman cover. Halaman sampul berisi: judul penelitian skripsi, judul skripsi secara lengkap, nama dan nomor induk mahasiswa (NIM), lambang STAI Sangatta diikuti dengan nama lengkap jurusan, program studi dan tahun pembuata/disahkan. Semua tulisan pada halaman ini dicetak dengan huruf besar (kapital). Komposisi huruf dan tata letak masing­-masing bagian diatur secara sistematis, rapi dan serasi. (Contoh Terlampir)
2.      Abstrak
Kata abstrak ditulis di tengah halaman dengan huruf besar, simetris di batas atas bidang pengetikan dan tanpa tanda titik. Nama penulis diketik dengan jarak 2 spasi dari kata abstrak, di tepi kiri dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal, nama tengah (jika ada) diakhiri titik. Judul digarisbawahi atau dicetak miring dan diketik dengan huruf kecil (kecuali huruf-huruf pertama dari setiap kata bukan kata depan) dan diakhiri dengan titik. Kata skripsi, ditulis setelah judul dan diakhiri dengan koma, diikuti dengan nama jurusan (tidak boleh disingkat), nama fakultas dan uni­versitas dan diakhiri dengan titik. Kemudian dicantumkan nama dosen pembimbing. Abstrak skripsi memuat bagian isi skripsi secara singkat. Banyaknya kata dalam abstrak antara 600-1000 kata. Isi abstrak meliputi:
a.       Alinea pertama berisi judul penelitian dan jenis penelitian.
b.      Alinea kedua berisi tujuan penelitian
c.       Alinea ketiga berisi hipotesis (kalau ada)
d.      Alinea keempat berisi alat analisis
e.       Alinea kelima berisi hasil penelitian Alinea keenam berisi kesimpulan
f.       Alinea ketujuh berisi implikasi (Contoh Terlampir)
3.      Persetujuan Pembimbing
Persetujuan Pembimbing berisi uraian tentang pernyataan Pembimbing I, bahwa naskah sudah sempurna diperiksa dan diusulkan kepada Ketua Jurusan untuk dapat diujikan. (Contoh Terlampir)
4.      Deklarasi
Halaman deklarasi adalah halaman yang berisi pernyataan dari penulis skripsi, bahwa skripsi dimaksud adalah murni hasil dari pemikiran dan tulisan sendiri (bukan jiplakan). (Contoh Terlampir)
5.      Persembahan
Berisi uraian kalimat untuk siapa skripsi didedikasikan.

6.      Kata Pengantar
Penulisan kata pengantar, bukan merupakan tulisan ilmiah. Jadi penulis bebas menentukan bagaimana cara menulisnya. Secara umum, kata pengatar meliputi:
a.       Alinea pertama berisi pernyataan syukur penulis kepada Allah SWT.
b.      Alinea kedua berisi maksud dan tujuan penulisan skripsi.
c.       Alinea ketiga berisi tentang ucapan terima kasih penulis kepada pihak lain yang membantu.
d.      Alinea keempat berisi permohonan kritik, saran dan harapan penulis kepada pembaca. Pada bagian akhir teks (di pojok kanan bawah) dicantumkan kata Penulis tanpa menyebut nama terang.
7.      Daftar Isi
Di dalam halaman daftar isi memuat judul bab, judul subbab, dan judul anak subbab yang disertai dengan nomor halaman tempat pemuatannya di dalam teks. Semua judul bab diketik dengan huruf kapital (besar), sedangkan judul subbab dan anak subbab hanya harus awalnya saja yang diketik dengan huruf besar. Daftar isi hendaknya menggambarkan garis besar organisasi keseluruhan isi Skripsi.
8.      Daftar Tabel
Halaman daftar tabel memuat: nomor tabel, judul tabel, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel harus sama dengan judul tabel yang terdapat di dalam teks. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal antara judul tabel yang satu dengan yang lainnya diberi jarak satu setengah spasi.
9.      Daftar Gambar/Bagan
Pada halaman daftar gambar dicantumkan nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatan dalam teks. Judul gambar yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul gambar yang satu dengan yang lainnya diberi jarak setengah spasi.
10.  Pedoman Transliterasi
Transliterasi yang digunakan adalah pengalih-hurufan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Transliterasi Arab-Latin di sini ialah penyalinan huruf-huruf Arab dengan huruf-huruf latin beserta perangkatnya.
11.  Daftar Singkatan
Singkatan mungkin dapat dimengerti oleh kalangan tertentu, terutama mereka yang memiliki disiplin keilmuan tertentu. Namun, karena skripsi yang disusun oleh seseorang juga dibaca oleh kalangan luas, maka seluruh singkatan (kalau ada) harus diterangkan.
12.  Latar Belakang Masalah
Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoritik ataupun kesenjangan praktis yang melatar belakangi masalah yang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas tentang teori, hasil-hasil penelitian terdahulu, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah maupun pengalaman atau pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang kokoh.
13.  Identifikasi Masalah
Dalam identifikasi masalah dikemukakan masalah-masalah yang memiliki keterkaitan dengan grand masalah, kemudian dibatasi bila tidak semua masalah ingin/dapat diteliti.
14.  Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah merupakan upaya untuk menetapkan batas-batas Permasalahan dengan jelas, yang memungkinkan peneliti dapat mengidentifikasi factor mana saja yang termasuk dan faktor mana yang tidak termasuk ke dalam ruang lingkup pernasalahan penelitian.
15.  Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.
Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
16.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam supe. Rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedang rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam kalimat pernyataan.
Kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. dari uraian dalam bagian IN diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.
17.  Landasan Teori
Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang rasional dan dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Bab II.
Landasan teori memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang diajukan dalam bab yang mendahuluinya. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian temuan penelitian yang relevan.
Landasan teori dapat menggunakan berbagai sumber seperti jurnal penelitian, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoritis adalah telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Pemilihan bahan pustaka yang akan diuji didasarkan pada dua prinsip, yaitu: (1) prinsip kemutakhiran dan (2) prinsip relevansi.
18.  Kajian Penelitian yang Relevan/Telaah Pustaka
Kajian Penelitian yang relevan/telaah pustaka merupakan deskripsi hubungan antara masalah yang diteliti dengan kerangka/landasan teoritik yang dipakai serta hubungannya dengan penelitian yang terdahulu yang relevan.
Kajian penelitian yang relevan/telaah pustaka memuat uraian sistematis tentang penelitian sejenis yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dan yang ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Dalam telaah pustaka ini harus secara jelas dinyatakan bahwa permasalahan yang akan diteliti belum terjawab atau belum terpecahkan oleh peneliti-peneliti sebelumnya.
Dalam hubungannya dengan penelitian/penulisan skripsi, mahasiswa harus mencari tulisan-tulisan yang sudah ada, baik dalam bentuk buku/kitab, skripsi maupun hasil penelitian lainnya yang membahas masalah yang serupa. Setelah itu, secara jujur, ia menjelaskan apa saja yang telah dikemukakan dalam tulisan-tulisan yang sudah ada, lalu ia ungkapkan apa yang akan dikaji atau teliti dalam. Peneliti atau penulis skripsi boleh saja membuat judul skripsi yang mirip bahkan sama dengan judul skripsi yang sudah ada sepanjang pembahasannya menggunakan pendekatan yang berbeda, sehingga tidak terkesan terjadi duplikasi dalam penelitian.
19.  Hipotesis Penelitian
Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara dari masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, di dalam latar belakang masalah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya yang ringkas.
Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau dileksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel, melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris.
20.  Waktu dan Tempat Penelitian
Kapan dan dimana penelitian itu dilakukan.
21.  Variabel Penelitian
Mendeskripsikan variabel dan indikator vanabel penelitian dengan mengacu landasan teori tentang variabel sebagimana dijelaskan dalam Bab II.
22.  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalarn penelitian, misalnya metode survai dengan teknik analisis korelasional atau menggunakan metode penelitian yang lain sesuai dengan topik kajian penelitian.
23.  Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel
Mendeskripsikan populasi dan sampel penelitian, serta bagaimana cara pegambilan sampel berdasarkan acuan teori yang dipakai.
24.  Teknik Pengumpulan Data
Dalam bagian ini dikemukakan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data fidelitas dan struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana penyajian bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan memiliki fidelitas rendah). Sedangkan dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data dan prosedur perekaman diuraikan daripada bagian ini. Selain itu kemukakan pula waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.
25.  Teknik Analisis Data
Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain peneliti dan penyaji dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis kawasan, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametric, logika, etika atau estetika.
26.  Deskripsi Data Hasil Penelitian
Dalam deskripsi data untuk masing-masing variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif, seperti distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik yang berupa histogram, nilai rerata, simpangan baku atau yang lain. Setiap variabel dilaporkan dalam subbab tersendiri dengan merujuk pada rumusan masalah atau tujuan penelitian.
Temuan penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik, 'label maupun grafik tidak dengan sendirinya bersifat komunikatif. Penjelasan terhadap hal tersebut masih diperlukan. Namun, bahasan pada tahun ini perlu dibatasi pada hal­-hal yang bersifat faktual, tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti.
27.  Pengujian Hipotesis
Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk masing-masing variabel. Hipotesis penelitian dapat dikemukakan sekali lagi dalam bab ini, termasuk hipotesis nolnya, dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya serta penjelasan atas hasil pengujian itu secara ringkas dan padat. Penjelasan terhadap hasil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan statistik.
28.  Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab IV memuat uraian tentang data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan dalam Bab III. Uraian ini terdiri atas deskripsi data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian dan hasil analisis data. Deskripsi data tersebut diperoleh dari pengamatan (apa yang terjadi) dan/ atau hasil wawancara (apa yang dikatakan) serta deskripsi informasi lainnya (misalnya yang berasal dari dokumen, total, rekaman video, dan hasil pengukuran). Hasil analisis data yang merupakan temuan penelitian disajikan dalam bentuk pola, tema, kecenderungan, dan motif yang muncul dari data. Di samping itu, temuan dapat berupa penyajian kategori, sistem klasifikasi dan tipologi.
Dalam penelitian yang menguji hipotesis, laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama berisi uraian tentang karakteristik masing-masing variabel. Bagian kedua memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis.
29.  Keterbatasan Penelitian
Hasil penelitian apapun yang telah dilakukan secara optimal oleh peneliti, disadari atau tidak tentu memiliki beberapa keterbatasan. Walaupun demikian hasil penelitian yang diperoleh tersebut tetap dapat dijadikan acuan awal bag] penelitian selanjutnya. Dalain hal in] peneliti perlu menjelaskan beberapa keterbatasan­keterbatasan penelitian yang dimaksud.
30.  Kesimpulan
Isi kesimpulan penelitian harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan kata lain, kesimpulan penelitian terikat secara substantif terhadap temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kesimpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, namun yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh. Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam Bab IV. Tata urutannya pun hendaknya sama dengan yang ada di dalam Bab IV. Dengan demikian, konsistensi isi dan tata urutan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian tetap terpelihara.
31.  Saran-saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.
Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran itu, ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya. Di samping itu, saran yang diajukan hendaknya telah spesifik. Saran dapat ditujukan kepada perguruan tinggi, lembaga pemerintah maupun swasta, atau pihak lain yang dianggap layak.
32.  Kata Penutup
Berisi kata akhir yang menyangkut ucapan terima kasih terhadap semua yang telah berpartisipasi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan skripsi.
33.  Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya dipakai sebagai bahan bacaan tetap tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, harus dicantumkan dalam daftar rujukan.
Istilah daftar pustaka digunakan untuk menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang dipakai oleh penulis, baik yang dirujuk maupun yang tidak dirujuk dalam teks. Untuk skripsi, artikel, daftar bahan pustaka yang ditulis hanya yang dirujuk dalam teks, sehingga istilah yang dipakai adalah daftar rujukan, bukan daftar pustaka.
34.  Lampiran-Lampiran
Lampiran-lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang penting untuk skripsi, misalnya instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian, rumus-rumus statistik yang digunakan (bila perlu), hasil perhitungan statistik, surat izin dan tanda bukti telah melaksanakan pengumpulan dan penelitian, dan lampiran lain yang dianggap perlu. Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka Arab (satu, dua, tiga, dst).
35.  Biodata Peneliti
Biodata penelitian mendeskripsikan riwayat hidup peneliti, tampat, tanggal lahir dan pendidikan yang telah ditempuh.

4 comments

paramansyah aba March 29, 2016 at 6:40 PM

syukron info dan pembelajaranya

Unknown May 10, 2016 at 6:47 PM

Mantap

Virgana Virgana May 10, 2016 at 7:01 PM

Catatan dari Ku: dalam penelitian Kuantitatif pada Bab II,mesti ada Kerangka Berpikir

Akuntansi Kelas C September 29, 2016 at 4:27 AM

lebih baik mencantumkan sumbernya agar dapat dipertanggungjawabkan

Post a Comment