Monday, September 10, 2012

Pendidikan Islam Spanyol

I.         PENDAHULUAN

Berbicara tentang islam berarti mencakup permasalahan dunia, akhirat, dan sejarah-sejarah yang menjadi kajian untuk memperdalam islam. Sejarah mencatat bahwa kemjuan islam pada masa klasik contohnya, bisa dikatakan mampu membuat revolusi dunia, baik dari permasalahan ketuhanan maupun dari segi ilmu pengetahuan. Kemajuan yang ada dalam islam sampai pada dataran eropa yang pada saat itu kurang akan adanya ilmu pengetahuan karena ada pelarangan dari pihak yang mempunyai andil seperti bapak-bapak gereja, sehingga tertinggal dari Negara-negara islam.
Perkembangan atau kemajuan Eropa khususnya pada Spanyol tidak terlepas dari kontribusi muslim dari abad sebelumnya[1], juga karena karena Spanyol merupakan Negara yang yang dikuasai islam. Peran islam bukan hanya hanya dalam segi sains tetapi juga filsafat, bahasa dan sastra, music dan kesenian dll, Oleh sebab itu peran islam tidak bisa dipandang sebelah mata.
II.      Rumusan Masalah
1.         Bagaiman pengaruh peradaban spanyol islam di eropa?
2.         Bagaimana Pendidikan islam di Spanyol ?
3.         Bagaimana bukti-bukti pengaruh islam di eropa ?



III. PEMBAHASAN

A.      Peradaban Spanyol Islam Di Eropa
Di Eropa, islam merupakan agama terbesar kedua setelah kristen. Dari total populasi. Diperkirakan umat islam di Eropa berjumlah 5,4 % yang terkonsentrasi di Eropa bagian Timur, terutama di Balkan dan Kaukasus. Di Eropa Barat, terkonsentrasi umat islam terdapat sekitar Perancis, Jerman, dan Inggris.[2]
Dari segi ilmu pengetahuan, selama beberapa abad, barat dikuasai oleh doktrin gereja yang cenderung menolak kajian ilmu pengetahuan dan budaya berpikir atau filsafat yang pernah berkembang pada masa sebelumnya di yunani. Dalam menggambarakan kondisis ini, Abdul Aziz Dahlan mengemukakan : Bapak-bapak gereja Kristen,setelah agama Kristen menjadi agama resmi Impremium romawi pada dasawarsa ketiga abad keempa masehi, bersemangat melakukan kampanye membasmi ilmu dan filsafat. Mereka menganggap sebagai ilmu sihir. Kebencian mereka pada pengetahuan manusia dinyatakan dengan pribahasa mereka “ketidaktahuan adalah kesalehan”, serta gereja-gereja yang ada di kota Alexandria dibumi hanguskan, atas anjuran bapa-bapak gereja pada tahun 389 M.[3]
Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini berhutang budi kepada khasanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang di periode klasik. Memang banyak saluran bagaimana peradaban islam mempengaruhi Eropa, seperti sicilia dan perang salib, tetapi saluran terpenting adalah Spanyol islam.
Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban dan ilmu pengetahuan Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, social, maupun perekonomian dan peradaban antar Negara. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan Negara-negara lain yang ada di Eropa terutama dalam bidang pemikiran dan sains.
Pengaruh peradaban Islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rasyd, Ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di Universitas- Universitas Islam di Spanyol, seperti Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca. Selama belajar di Spanyol mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan Muslim. Pusat penerjamahan itu adalah Toledo. Setelah pulang ke negerinya mereka mendirikan sekolah universitas yang sama. Universitas pertama di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M, di akhir zaman pertengahan Eropa, baru berdiri 18 Universitas, di dalam Universitas itu ilmu yang mereka peroleh  dari Universitas-Universitas Islam diajarkan, seperti ilmu kedokteran, filsafat, dll. Pemikiran filsafat yang paling dipelajari adalah pemikiran Al-farabi, Ibn Sina, dan Rusyd.
Pengaruh ilmu pendidikan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan kebangkitan kembali pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-14. Berkembangnya pemikiran yunani di Eropa kali ini adalah melalui terjemahan- terjemahan Arab yang dipelajari dan kemudian diterjemahkan  kembali ke dalam bahas latin.[4]
B.       Pendidikan Islam Spanyol
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran peradaban dan kebudayaan yang sangat berilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad XII. Minat terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan serta filsafat mulai dikembangkan pada abad IX M selama pemerintahan bani umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abd Al-Rahman (836-886).
Berdasarkan literature-literatur yang membahas sejarah pendidikan dan sejarah peradaban islam secara garis besar pendidikan islam di spanyol terbagi pada dua bagian, yaitu :
1.    Kuttab
Pada lembaga kuttab ini para siswa mempelajari beberapa bidang studi dan pelajaran-pelajaran yang meliputi Fiqih bahasa dan sastra, serta music dan kesenian.
a.       Fiqih
Dalam bidang fiqih, karena spanyol Islam menganut mazhab Maliki, maka para ulama memperkenalkan materi fiqih dari mazhab Imam Maliki. Para ulama yang memperkenalkan mazhab ini antara lain ziyad ibn Abd Al-rahman, perkembangkan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Abd Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya diantaranya Abu bakar ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal.
b.      Bahasa dan Sastra
Karena bahasa Arab telah menjadi bahasa resmi dan bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Bahasa Arab ini diajarkan kepada murid-murid dan para pelajar, baik yang islam maupun non Islam,
Dan hal ini dapat diterima oleh masyarakat, bahkan mereka rela menomor duakan bahasa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahas arab, sehingga mereka terampil dalam berbicara maupun dalam tata bahasa. Diantara yang ahli bahasa tersebut yang termasyur ialah Ibnu Malik pengarang kitab Alfiah, Ibn Sayyidih Ibnu kuruf, Ibn Hajj, Abu Al-Hasan Ibn Usfur. Dll.
c.       Musik Dan Kesenian
Syair merupakan ekspresi utama dari perdaban spanyol. Pada dasarnya sya’ir Spanyol didasarkan pada model-model sya’ir Arab yang membangkitkan sentiment prajurit dan interes faksional para penakluk Arab. Dalam bidang musik dan seni, Spanyol islam memiliki tokoh seniman yang sangat terkenal, yaitu Al-Hasan ibn Nafi dikenal dengan julukan Ziryab. Setiap kali ada pertemuan dan perjamuan di cordova, ziryab selalu mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai pengubah lagu, ilmu yang dimilikinya itu diajarkan kepada anak-anaknya, baik lelaki maupun perempuan dan juga kepada budak-budak sehingga kemasyurannya tersebar luas.


2.        Pendidikan Tinggi
Masyarakat arab yang berada di Spanyol merupakan pelopor peradaban dan kebudayaan juga pendidikan, antara pertengahan abad kedelapan sampai dengan akhir abad ketigabelas. Melalui usaha yang mereka lakukan, ilmu pengetahuan kuno dan ilmu pengetahuan Islam dapat ditransmisikan ke Eropa. Bani Umayah yang berada di bawah kekuasaan Al-Hakam menyelenggarakan pengajaran dan telah memberikan banyak sekali penghargaan kepada para sarjana. Nanti disambung. [5]
a.       Filsafat
Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani Arab ke Eropa pada abad ke-12. Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M, selama pemerintahan bani umayah yang ke-5, Muhammad ibn Abd Al-Rahman (832-886).
Atas inisiatif al-Hakam (961-976), karya-karya ilmiah dan filosofis diimpora dari timurdalam jumlah besar, sehingga cordova dengan perpustakaan universitas- universitasnya mampu menyaingi Bagdadh sebgai pusat ilmu pengetahuan di dunia Islam.
Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu bakar Muhammad ibn Al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah.Tokoh utama kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail. Ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi, dan filsafat.
b.      Sains
Ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik[6]. Abbas ibn farnas termasyur dalam ilmu kimia dan astronomi ialah orang pertama yang menemukan kaca dari batu. Ibrahim ibn Yahya Al-naqqash terkenal dalam ilmu astronomi, ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Ahmad Ibn Ibas dari cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Umm Al-hasan bin abi ja’far dan saudara perempuan Al-Hafidz adalah dua orang ahli kedoktrran dari kalangan wanita.[7]




C.      Bukti - Bukti Pengaruh Islam di Eropa
1.      Adanya dukungan dari para penguasa. Kemajuan Spanyol Islam sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa serta mencintai ilmu pengetahuan, juga memberikan dukungan dan penghargaan terhadap para ilmuwan dan cendekiawan
2.      Didirikannya sekolah-sekolah dan Universitas- Universitas di beberapa kota di Spanyol oleh Abd Al-Rahman III Al-Nashir, dengan Universitasnya yang terkenaldi cordova. Serta dibangunnya perpustakaan- perpustakaan yang memiliki koleksi buku-buku yang cukup banyak.
3.      Bnyaknya para sarjana Islam yang datang dari ujung Timur sampai ujung Barat wilayah Islam dengan membawa berbagai buku dan bermacam gagasan. Ini menunjukkan bahwa meskipun umat Islam terpecah dalam beberapa kesatuan politik, terdapat apa yang disebut kesatuan budaya Islam.
4.      Adanya persaingan antar abbasiyyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban. Kompetisi dalam bidang ilmu pengetahuan dengan didirikannya Universitas cordova yang menyaingi Universitas Nizyamiyah di Bagdhdad yang merupakan persaingan positif tidak selalu dalam bentuk peperangan. [8]






IV. PENUTUP
A.      Kesimpulan
Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang di priode klasik. Memang banyak saluran bagaimana peradaban Islam mempengaruhi Eropa, seperti sicilia dan Perang Salib, tetapi saluran yang terpenting adalah Spanyol Islam.
            Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa dalam menyerap ilmu pengetahuan yang dikembangkan umat Islam disana serta peradabannya, baik dalam bentuk hubungan politik, social, maupun perkonomian dan peradaban antar Negara. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada di bawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan Negara-negara tetangganya di Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains di samping banguan fisik.(Philip K. Hitti, 1970: 526-530). Hal yang dipaparkan ini hanya sebagian dari jasa umat islam kepada perkembangan Eropa, karena itu pengkajian tentang sejarah pendidikan islam sangatlah luas karena meliputi seluruh dunia.


V. ANALISIS
Pada era modern saat ini umat islam mengalami kemunduran jika dibandingkan pada zaman Rasulullah saw, sahabat, tabiin, dan tabi’ tabiib. Hal itu dikarenakan semangat serta daya juang masih membara dan tidak terpengaruh dari budaya barat. Apabila ada pertanyaan apakah umat islam masih bisa maju atau mengalami kejayaan seperti pada saat dulu ? pasti bisa insyaALLAH, jika memang ingin jaya, hal ini bukanlah isapan jempol belaka, apabila pertanyaan tersebut bersifat optimisme bukan hanya sekedar pertanyaan untuk menunjukan sifat pesimis dikarenakan ketidak mungkinan umat islam akan berkembang.
Jika kita menoleh kebelakang dan mengambil pelajaran yang sangat berharga dari kemajuan islam sampai memengaruhi kemajuan eropa, itu merupakan hal yang bisa kita juga lakukan dengan cara mempelajari serta mengamalkan ilmu-ilmu yang telah ada dan berkembang.


DAFTAR PUSTAKA
Yatim, Badri, sejarah peradaban islam, Jakarta: (rajawali pers), 2010
Nata, Abuddin, Sejarah Pendidikan islam, Jakarta : (rajawali pers),  2010
Nizar, Samsul Prof. Dr. H., Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : (Kencana Prenada Media Group),2011
Wahid, Abbas N. – Surato, Khazanah Sejarah Kebudayaan Islam, Solo : (PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri), 2009
Muhammad Hambali,”Islam Spanyol”, http://marx83.wordpress.com


[1]  Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M.Ag, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2011). Hal. 154
[2]  N. Abbas Wahid – Surato, Khazanah Sejarah Kebudayaan Islam, (Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009), hal. 121
[3][3] Ibid hal. 136
[4] Badri Yatim, sejarah peradaban islam, (jakarta:rajawali pers), 2010, hal 108-109
[5] Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan islam, (Jakarta:rajawali pers),  2010, Hal 258-263
[6] Muhammad Hambali,” islam spanyol”, http://marx83.wordpress.com.diakses tgl 20 mei 2012
[7] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Hal.100-102
[8] Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, Hal.265-269

0 comments

Post a Comment